Showing posts with label Preview. Show all posts
Showing posts with label Preview. Show all posts

Britney Spears - Hold It Against Me (Audio)

Music Review: Hold It Against Me (Single)

Photo Credit: Jive

Artist: Britney Spears
Label: Jive
Release Date: January 11, 2011
Single

Hold It Against Me (HIAM), single pertama dari album ketujuh Britney Spears yang akan rilis di bulan Maret ini. Masih dengan tim lama Max Martin dan Dr. Luke (...Baby One More Time, Oops! …I Did It Again, If U Seek Amy). Seperti hal nya single hits 3, Womanizer, Gimme More, HIAM ini tipikal lagu dance hits dengan lirik seductive "If I said I want your body now/ Would you hold it against me?" serta "You feel like paradise and I need a vacation tonight."

Dengan ramainya tipe musik serupa ini seperti pada lagu We R Who We R (Ke$ha), California Gurls (Katy Perry) dan Poker Face (Lady Gaga), lagu Britney kali ini terasa lebih edgy dan dark dari lagu-lagunya sebelum ini. Dengan beat synth a la Euro Rave Dance tahun 90-an, dentuman bass, dan pola lagu yang tidak predictable, mulai dengan pelan, namun makin keras dan intens di tengah sampai ujung lagu, rasanya lagu ini masih bisa membawa Brit bersaing ditengah gempuran Dance Pop female artists yang muncul belakangan.

Vokal Britney yang masih diberi sedikit efek Auto-Tune, memang masih sering memancing kritik yang meragukan mutu vokal-nya. Hey! Tapi ini dance music. Everybody knows Britney’s voice isn’t so good. But who cares?! Tidak perlu suara semerdu Mariah Carey atau Celine Dion untuk membawakan genre seperti ini, tapi lebih kepada pesona penyanyi dan koreografi tarian di video klip-nya yang membuat orang menyukai artis-artis seperti Ms. Spears.

Lagu ini memang dancefloor friendly, dengan refrain pop yang likeable, terasa mirip dengan formula yang dipakai The Black Eyed Peas di album terakhirnya. Memadukan unsur modern dengan unsur lagu retro yang melodius dan gampang diingat. Suka atau tidak, cewek yang satu ini telah berevolusi seiring waktu selama 12 tahun karirnya, mulai dari Princess of Pop sampai dengan Dance Diva, dan tetap menarik perhatian orang dengan musiknya, walau berita kontroversial kadang lebih dominan. The Queen is back, bit*h!

Erwin Sagata


(MG/230111)

Burlesque (2010)


Release Date
Canada & US: 24 November 2010
Indonesia: 26 January 2011

Cast
Cher, Christina Aguilera, Stanley Tucci, Kristen Bell, Cam Gigandet

Director
Steve Antin

Writers
Steve Antin, Susannah Grant, Keith Merryman

Studio
Screen Gems

Synopsis

Burlesque, a contemporary musical with 12 song-and-dance numbers, centers on a young woman who tries to escape a hollow past and finds it performing in a neo-burlesque club in Los Angeles.

Ali (Christina Aguilera) is a small-town girl with a big voice who escapes hardship and an uncertain future to follow her dreams to LA. After stumbling upon The Burlesque Lounge, a majestic but ailing theater that is home to an inspired musical revue, Ali lands a job as a cocktail waitress from Tess (Cher), the club's proprietor and headliner. Burlesque's outrageous costumes and bold choreography enrapture the young ingenue, who vows to perform there one day.


Official Website




Movie Stills





"Menebus Impian" Movie Stills

Title: Menebus Impian
Cast: Acha Septriasa, Fedi Nuril, Ayu Diah Pashya, Joshua Suherman
Director: Hanung Bramantyo
PH: Dapur Films
Release Date: April 15, 2010













Photo Credit: Menebus Impian FB Fan Page








Cinta a la Rudi Soedjarwo


Orang normal pasti punya cinta. Ingin dicintai, juga mencintai. Dan, Sutradara Rudi Soedjarwo punya banyak cerita soal cinta. Baginya, cinta itu penuh arti. Karena cinta pula ia berani menggarap film In The Name of Love.

Dibilang berani, karena In The Name of Love melibatkan sederet pemain kawakan. Jam terbang sebagian pelakon film produksi PT Valiant Circle Productinon ini jauh di atas Rudi. Sebutlah Christine Hakim, Cok Simbara, Roy Marten dan Tutie Kirana.

Sebagai pelengkap sekaligus penyeimbang film ini, ditampilkan juga artis-artis muda macam Acha Septriasa, Vino G. Bastian, Luna Maya, Lukman Sardi, Tengku Firmansyah, dan Marsha Timothy.

"Ini mimpi lama saya. Sejak beberapa tahun lalu saya berharap bisa bekerja sama dengan aktor dan aktris besar dalam film ini," kata Rudi, peraih Piala Citra FFI 2004 kategori Sutradara Terbaik lewat Ada Apa dengan Cinta, kepada pers di Jakarta Theater, pekan lalu.

Dalam bentuk lain, Rudi juga ditantang membuat film tentang kisah cinta yang berbeda dari film romantis yang pernah ada. Hal itulah yang membuatnya harus berpikir keras untuk mengemas cerita secara apik, menarik, dan bisa dinikmati para pecandu film Indonesia.

“Film ini adalah sebuah momen untuk menentukan karir saya. Film ini mengubah cara saya bercerita lewat film, Juga cara saya membuat film,” ungkap Rudi.

Kisah In The Name of Love dimulai ketika Satrio Hidayat (Cok Simbara) jatuh cinta kepada Citra (Christine Hakim). Tapi, Citra yang waktu muda diperankan Marsha Timothy lebih memilih menikahi pria lain, Triawan Negara (Roy Marten).

Pernikahan Citra dan Triawan ini membuat jalan cerita makin hangat dan menarik. Maklum, Hidayat ternyata menyimpan kebencian mendalam, bahkan mengakar, kendati ia telah menikahi wanita lain bernama Kartika (Tutie Kirana).

Masa lalu yang membayangi perjalanan rumah tangga kedua keluarga itu akhirnya memicu perseteruan yang lekang hingga generasi berikutnya. Tapi, tanpa menyadari kejadiannya di masa lalu, buah hati dari masing-masing keluarga bertemu.

Saskia Putri Negara (Acha Septriasa) jatuh cinta kepada Abimanyu Hidayat (Vino Bastian). Dan, tanpa mempedulikan risiko di masa depan, mereka memutuskan untuk meninggalkan keluarga demi menggapai masa depan bersama atas nama cinta.

Kendati kisah perselisihan keluarga yang menghalangi cinta cukup sering diangkat, Rudi menawarkan cerita-cerita sisipan yang menarik dengan pemunculan karakter yang mampu membuat film ini lebih bergereget dan dramatis, yaitu menciptakan konflik antara cinta dan kehormatan.

"Masalah cinta seperti ini masih saja ada sampai sekarang. Jadi, film ini tidak hanya membahas persoalan cinta, tapi juga harga diri," jelas Rudi.

Ditanya sikapnya tentang cinta, putra Kapolri periode 1982-1986 Anton Soedjarwo ini mengatakan, "Andai harus memilih, bagi saya cinta adalah segala-galanya. Di sinilah letak perjuangan untuk mewujudkan cinta sejati."

Rudi pun mengaku sangat hati-hati merangkai cerita yang saling berkaitan antara masa lalu dan masa kini. Sebab, bila persepsi berbeda, penonton akan sulit mengartikan makna keseluruhan film. Sikap hati-hati ini bahkan membuat Rudi memerlukan proses pembuatan film In The Name of Love lebih dari enam bulan. Semua demi hasil maksimal.

Toh, akhirnya, Rudi bisa bernapas lega. Seluruh pemainnya menganggap film yang akan rilis 10 April ini bisa sukses di pasaran. Penasaran? Nantikan saja jadwal tayang In The Name of Love di bioskop-bioskop di kota Anda mulai 10 April. Jangan lupa bawa minimal sepenggal cinta ketika pergi menontonnya. Biar klop.
(sebagian sumber: inilah.com)