Selamat Jalan, Mas Raka...

 Credit: Fajar News

Kami tidak peduli dengan predikat playboy-nya, kami juga abai terhadap status "Anggota Dewan" yang disandangnya.

Adjie Massaid, sepanjang kariernya yang kami tahu, tidak pernah membuat masalah dengan siapa pun. Baik itu kepada rekannya sesama artis maupun kompatriot-nya di bidang politik.

Terlahir dengan nama Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid pada 7 Agustus 1967, laki-laki yang 'menggilai' sepak bola ini lebih dikenal sebagai aktor film dan sinetron Indonesia. Ia memulai karier seni-nya sebagai model runway yang kemudian memulai debut aktingnya pada Cinta dalam Sepotong Roti (1990) arahan Garin Nugroho. Ia seangkatan dengan Ari Wibowo dan Ari Sihasale.

Satu nama peran yang sangat melekat pada Adjie adalah Raka dalam sinetron Buku Harian/ BH (SCTV, 1992-1994). Dalam drama keluarga ini Adjie dipertemukan dengan Didi Petet, Ully Artha, Nia Daniati, Desy Ratnasari, dan Moudy Wilhelmina. Kami cukup mudah mengingat gambaran tokoh Raka dalam BH. Ia cool, dewasa, protektif, dan charming. Tampaknya tidak jauh beda dengan diri Adjie sebenarnya.

Sabtu, 5 Februari 2011, pukul 00.00 WIB, Adjie mengembuskan nafas terakhirnya. Tak ada yang menyangka ia pergi begitu cepat. Kami, jujur saja, shocked. Anda semua pasti juga demikian. Belum banyak yang kami ketahui tentang sosok Adjie, dan dengan pemberitaan seputar dirinya yang kebanyakan berisi gosip, ingin rasanya kami berteriak, "Sudah. Cukup Adjie orang terakhir yang kalian (media) serang!"

Kami tidak ingin merasakan kekecewaan dan penyesalan ketika orang itu telah pergi. Kami ingin orang-orang seperti Adjie Massaid yang berdedikasi terhadap profesinya mendapatkan perhatian penuh atas prestasi dan kinerjanya, bukan karena 'bualan' kuli tinta.

Selamat jalan Mas Adjie alias Mas Raka... Semoga diterima disisi-Nya. Amin.

Beberapa foto dari pemakaman Adjie Massaid, TPU Jeruk Purut, Minggu (6/2/2011):



Mellyana Manuhutu juga menyampaikan rasa dukacita-nya

Photo Credits: Aldi Wirya

0 comments: