Tentang Tika


Kartika Jahja, sejak kecil menyukai menyanyi lebih dari apapun. Ia tampil untuk teman-teman dan keluarganya dan seiring dengan waktu mulailah proses kreatifnya dalam menciptakan lagu. Tika adalah cucu dan kemenakan dari penyanyi soprano terdepan di negeri ini, Pranawengrum Katamsi dan Aning Katamsi.

Kecintaannya pada musik menangkap perhatian orang tuanya dan membuahkan harapan akan kemungkinan Tika kecil menjadi penyanyi soprano untuk generasinya. Namun latihan vokal yang ketat bukan pilihannya, dan ia memilih berhenti. Semasa SMA Tika sempat bergabung dalam beberapa band yang dibentuknya bersama teman-temannya, membawakan lagu artis-artis lain sambil mencoba menciptakan nada-nada sederhana. Namun ia tak menemukan mimpinya di antara band-band ini.

Tahun 1999, Tika meninggalkan Jakarta menuju Seattle untuk melanjutkan pendidikannya. Saat bekerja sebagai stylist untuk Lamplighter –sebuah band indie lokal- ia bertemu Mitchell Saulsberry. Dari pertemuan itu lahirlah The Rhea Sisters Project yang kemudian berganti nama menjadi Yoko Phono. Sayangnya kebersamaan yang masih singkat harus diakhiri dengan perselisihan dan membuat Tika kehilangan selera untuk bermusik.

Di Seattle juga ketika Tika berkenalan dengan Aghi Narottama (yang kemudian menjadi produser album pertamanya) dan Harris Khaseli Gumelar seorang musisi dari band bernama LAIN. Tahun 2003 sekembalinya Tika ke tanah air, ia diperkenalkan pada Iman Fattah dan Bemby Gusti yang juga musisi pada band LAIN dan melalui kedua temannya ini ia mengenal lebih banyak musisi lokal. Gairahnya pada musik mencuat kembali dan ia mulai mengisi posisi backing vocal untuk Ruang Hampa dan Sore. Suatu malam di awal tahun 2004, Tika menyusun daftar tentang hal-hal yang ingin dilakukan semasa hidupnya dan membuat solo album adalah hal pertama yang ia inginkan.

Tahun 2005, ia memulai proyek solo albumnya yang diberi judul Frozen Love Songs. Album ini adalah produksi Rooftopsound, perusahaan rekaman yang didirikan Aghi dengan dukungan Iman, Age dan Bemby. Tika menuliskan sendiri semua lirik lagunya.

Tahun 2006, Aksara Records yang sudah lama melirik Tika mengeluarkan versi baru dari album tersebut berupa enhanced CD yang diberi judul Defrosted Love Songs dengan menambahkan satu lagu baru You Belong To Me, dua lagu remixed Waiting For 2.3 dan Still Under Their Feet, dan bonus dua video clip Under Their Feet dan Waiting For 2.00. Album ini mulai beredar di pertengahan bulan Februari 2006.

Hobby & Ketertarikan:
Buku-buku Chuck Palahniuk, obyek-obyek vintage, toko-toko baju/tekstil, crafting dan menulis

Musik Favorit:
Nina Simone, Little Richard, Little Anthony and the Imperials, Frankie Lymon, dan semua musik doo wop. Suzanne Vega, Goldfrapp, Blonde Redhead, Bandempo

Pengalaman:
- Finalis Lomba Cipta Lagu Remaja 1998, Jakarta
- Komposer musik untuk Teater SMA Tarakanita I, 1998
- Vokal untuk beberapa jingle iklan, Jakarta
- The Rhea Sisters Project, Seattle WA - lead singer & song writer
- Circle of Soul Poetic Community, Seattle WA - poetry, spoken words & chants
- Western Washington Percussion Line, Olympia WA - chants
- Yoko Phono, Seattle WA - lead singer & song writer album ‘Metrofiction’ & ‘Narcistika’, rilis di Washington
- Contract back up vocal untuk Laurynn Hill, Santa Monica CA
- Back up vocal untuk lagu Meter dari Ruang Hampa dan lagu Cermin dari Sore – masuk dalam album kompilasi JKT:SKRG
- Back up vocal untuk Jingga di beberapa gig
- Back up vocal untuk lagu New World Declaration dari The Brandals – masuk dalam album kedua The Brandals ‘Audio Imperialist’
- Back up vocal untuk lagu Do The Cobra dari The Jonis – masuk dalam album soundtrack Janji Joni
- Kolaborasi dengan Opustre Big Band untuk film score Janji Joni

Discography
Defrosted Love Songs (2006)

0 comments: